<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Determinan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 - 2024

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Berdasarkan analisis regresi data panel menggunakan model Fixed Effect pada 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode 2020–2024, disimpulkan beberapa hal penting terkait pengaruh variabel independen terhadap tingkat kemiskinan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia (pendidikan, kesehatan, standar hidup layak) berperan penting dalam menekan angka kemiskinan1. Pengangguran juga memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan dengan arah negatif, yang berarti peningkatan tingkat pengangguran secara statistik berkorelasi dengan peningkatan kemiskinan2. Namun, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan, meskipun keduanya berpotensi mengurangi kemiskinan3. Nilai koefisien determinasi (R2 sebesar 99,67%) menunjukkan bahwa model ini sangat baik dalam menjelaskan variasi tingkat kemiskinan berdasarkan variabel independen yang digunakan4. Secara keseluruhan, faktor sosial seperti IPM dan pengangguran memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap kemiskinan dibandingkan faktor ekonomi murni seperti PDRB dan upah minimum.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By