S-Cane : Inovasi Tongkat Pintar Berbasis Sensor Ultrasonik Sebagai Alat Bantu Penyandang Tunanetra
| dc.Identifier.NIM | 18524110 | |
| dc.Identifier.NIM | 18524150 | |
| dc.contributor.advisor | Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng | |
| dc.contributor.advisor | Suatmi Murnani, S.T., M.Eng | |
| dc.contributor.author | AMELIA ULFA | |
| dc.contributor.author | AJENG AMELIANA ROSSPERTIWI | |
| dc.date.accessioned | 2022-09-09T07:12:19Z | |
| dc.date.available | 2022-09-09T07:12:19Z | |
| dc.date.issued | 2022-05-30 | |
| dc.description.abstract | Penyandang tunanetra membutuhkan perhatian khusus dalam bentuk dukungan alat bantu mobilitas berupa tongkat. Saat ini, tongkat yang digunakan masih mempunyai kekurangan dari sisi keamanan penggunaan, di mana masih adanya risiko terjadinya kecelakaan. Kecelakaan ini dapat terjadi karena belum adanya peringatan dini kepada pengguna terhadap objek penghalang yang ada di depan pengguna ketika berjalan. Dari permasalahan tersebut maka diusulkan tongkat berbahan aluminium yang didesain dengan menempatkan sensor ultrasonik pertama kurang lebih 10 cm dari ujung bawah tongkat, sensor ultrasonik kedua pada ujung bawah tongkat serta kotak penyimpanan komponen pada gagang. Pada realisasinya, penempatan sensor serta kotak komponen sesuai dengan desain usulan serta spesifikasi sistem pendeteksian yang cukup sesuai di mana hanya terjadi sedikit perbedaan pada jarak baca sensor sebagai input sensor di mana 100 cm diubah menjadi kurang dari 40 cm sebelum vibrator bergetar serta jarak baca lebih dari 20 cm sebelum buzzer berbunyi. Setelah dilakukan pengujian, tongkat dapat bekerja dengan baik dalam melakukan pendeteksian jarak hanya saja masih terjadi kesalahan pada output (motor vibrator) yang seringkali terus bergetar walaupun sudah tidak terdeteksi adanya objek penghalang. Jika dilihat dari segi sosial, implementasi tongkat ini akan meningkatkan kepercayaan diri para penyandang tunanetra untuk dapat bermobilitas secara lebih aman dan mudah. Sistem yang dibuat tentu merupakan sistem yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu sehingga tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hasil analisis terhadap kinerja tongkat adalah perlunya penambahan sensor guna mendeteksi adanya api atau genangan air. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/39153 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.title | S-Cane : Inovasi Tongkat Pintar Berbasis Sensor Ultrasonik Sebagai Alat Bantu Penyandang Tunanetra | en_US |