<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kinerja Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Daerah Kabupaten Klaten (Tahun 2017-2021)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui tingkat efektivitas dalam realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Kabupaten Klaten Tahun 2017-2021; 2) Untuk mengetahui tingkat kontribusi dalam realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Kabupaten Klaten Tahun 2017-2021; 3) Untuk mengetahui tingkat laju pertumbuhan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Kabupaten Klaten Tahun 2017-2021. Adapun dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini dilakukan dengan cara menganalisa dan menafsirkan data yang diambil dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Klaten tersebut dengan menggunakan teori-teori yang mendukung sehingga dapat memberikan gambaran umum Potensi PBB P2 di Kab. Klaten. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan rumus rasio efekitivitas penerimaan pajak, kontribusi dan laju pertumbuhan penerimaan PBB P2 terhadap PAD. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerimaan PBB P2 yang dihitung menggunakan rasio efektivitas bahwa pada tahun anggaran 2017-2021 menunjukkan angka (109,20%, 103,50%, 99,31%, 141,28% dan 11033%) dikategorikan dalam kriteria efektif hingga sangat efektif. Untuk rasio kontribusi menunjukkan angka (6,90%, 6,80%, 9,00%, 9,63% dan 10,32%) dikategorikan dalam kriteria sangat kurang hingga kurang, hal tersebut diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pendapatan komposisi PAD lainnya yang meningkat dibandingkan penerimaan yang diperoleh dari PBB P2 dan Pemerintah masih belum menyadari pentingnya potensi penerimaan PBB P2 sehingga kontribusi penerimaan PBB P2 dianggap belum optimal. Untuk rasio laju pertumbuhan PBB P2 menunjukkan angka (23,20%, 4,86%, 4,25%, 13,31% dan 2,39%) dikategorikan dalam kriteria tidak berhasil, hal ini dikarenakan jumlah realisasi penerimaan PBB P2 di tahun sebelumnya lebih besar dibandingkan tahun yang dihitung dan permasalahan yang ada dimasyarakat menjadi pemicunya.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By