<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penerapan Green Lean Manufacturing Menggunakan Enviromental Value Stream Mapping pada Proses Pembuatan Batik Motif Wahyu Tumurun (Studi Kasus: IKM Batik Abimanyu Kampung Giriloyo)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Dalam upaya mempertahankan warisan budaya di Indonesia, batik merupakan salah satu karya budaya warisan peninggalan nenek moyang dan memiliki nilai seni yang tinggi, dengan corak, serta tata warna yang khas milik suatu daerah yang menunjukkan identitas Bangsa Indonesia. Batik termasuk ke dalam warisan budaya dunia. Motif Wahyu Tumurun memiliki makna serta filosofi tertentu. Pola mahkota terbang yang menjadi motif utama menyimbolkan kemuliaan. Filosofinya menggambarkan pengharapan agar para pemakainya mendapatkan petunjuk, berkah, rahmat, dan anugrahyang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengharapn untuk mencapai cita-cita, kedudukan ataupun pangkat. Terlepas dari nilai estetika dan budaya yang tinggi, proses produksi batik tulis sering kali menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal efisiensi dan pengurangan pemborosan (waste). Pembuatan batik yang masih dilakukan secara tradisional menggunakan peralatan yang sederhana ini ditengarai menimbulkan inefisiensi selama proses produksi seperti timbulnya pemborosan energi, bahan baku, tingginya inventory, jumlah konsumsi air yang besar dan jumlah pembuangan limbah yang berbahaya. Alat (tools) yang dapat dipakai dalam penerapan lean manufacturing untuk menganalisis adanya pemborosan (waste) saat proses produksi adalah Value Stream Mapping (VSM). Perpaduan VSM dengan pendekatan lingkungan akan menghasilkan perbaikan yang lebih baik. Metode Environmental Value Stream Mapping sama dengan metode value stream mapping pada umumnya hanya saja environmental value stream mapping berfokus pada pendekatan lingkungan, dengan menganalisa seluruh aliran proses produksi dan dampak lingkungan yang dihasilkan. Berdasarkan usulan perbaikan total penggunaan air turun menjadi 64 liter dengan persentase penurunan 18,99%. Serta penurunan total hasil beban emisi turun menjadi 25,37 kg CO2 dengan persentase 20,96%. Lalu penurunan limbah plastik hasil sisa produksi sebesar 100% karena plastik dapat didaur ulang dan lebih mudah terurai.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By