<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Islamofobia Struktural di India Pada Masa Pemerintahan PM Narendra Modi Tahun 2019-2024

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Islamofobia merupakan fenomena global yang telah berkembang dari prasangka individu menjadi diskriminasi yang dilembagakan melalui kebijakan dan institusi negara. Di India, Islamofobia memiliki karakteristik khusus karena berkaitan erat dengan nasionalisme mayoritarian berbasis ideologi Hindutva, terutama sejak Narendra Modi menjabat sebagai Perdana Menteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebijakan dan praktik negara pada masa pemerintahan PM Narendra Modi periode 2019–2024 berkontribusi dalam membentuk dan memperkuat Islamofobia struktural terhadap komunitas Muslim di India. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis literatur, jurnal ilmiah, laporan lembaga internasional, dan dokumen resmi pemerintah. Kerangka analisis yang digunakan adalah konsep Islamofobia struktural dari Khaled A. Beydoun yang menekankan peran negara dalam melegitimasi diskriminasi melalui hukum, kebijakan, retorika politik, serta praktik pengawasan dan represi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan seperti Citizenship Amendment Act (CAA) 2019, National Register of Citizens (NRC), pencabutan Pasal 370 dan 35A di Jammu dan Kashmir, serta Undang-Undang anti-konversi mencerminkan pola diskriminasi sistematis yang menargetkan komunitas Muslim secara tidak adil. Kebijakan tersebut dibingkai dalam narasi keamanan dan integrasi nasional, namun berdampak pada pembatasan hak sipil dan normalisasi marginalisasi Muslim.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By