Implementasi Keselamatan Konstruksi dengan Metode Hiradc pada Pekerjaan Bekisting Pelat dan Balok pada Setiap Lantai
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pembangunan sektor konstruksi di Indonesia memiliki risiko keselamatan kerja yang tinggi. Oleh karena itu, penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting untuk mengurangi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan pengendalian yang diperlukan pada pekerjaan bekisting pelat dan balok menggunakan metode HIRADC di Proyek Woman and Child Cancer Care Building at Dharmais Hospital. Penelitian dilakukan dengan metode HIRADC, yang melibatkan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian pada pekerjaan bekisting pelat dan balok Proses Pembuatan HIRADC mencakup observasi langsung di lapangan untuk melakukan identifikasi bahaya, memperkirakan tingkat risiko, serta menentukan tindakan pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian. Hierarki ini mencakup langkah-langkah seperti eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Setelah itu, penilaian risiko dilakukan, diikuti dengan verifikasi dan validasi HIRADC oleh ahli K3 untuk memastikan keakuratannya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu ditemukan sebanyak 311 potensi bahaya. Kemudian penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan 71 risiko kecil (22,83%), 171 risiko sedang (54,98%), dan 69 risiko besar (22,19%). Pengendalian risiko dilakukan sesuai dengan hierarki pengendalian yang meliputi eliminasi, rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Setelah penerapan pengendalian, penilaian ulang risiko menunjukkan peningkatan risiko kecil menjadi 240 (77,17%) dan risiko sedang menjadi 71 (22,83%), sementara semua potensi risiko besar berhasil dihilangkan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko yang diterapkan efektif dalam mengurangi risiko keselamatan kerja.