Analisis Pemilihan Moda Transportasi Mahasiswa Menuju Kampus Terpadu UII menggunakan Metode AHP dan Regresi Logistik Biner
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Universitas Islam Indonesia (UII) adalah salah satu perguruan tinggi besar di Daerah
Istimewa Yogyakarta. Besarnya jumlah mahasiswa di UII mempengaruhi kebutuhan transportasi
yang signifikan untuk mendukung mobilitas pembelajaran, hal ini menyebabkan terjadinya
kepadatan lalu lintas yang tinggi di sekitar Kampus Terpadu UII. Kondisi ini mendorong perlunya
analisis untuk memahami karakteristik perjalanan serta faktor – faktor yang mempengaruhi
pemilihan moda transportasi sebagai langkah awal dalam mengurangi penggunaan kendaraan
menuju kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mahasiswa UII,
karakteristik perjalanan yang dilakukan mahasiswa menuju kampus, dan faktor – faktor apa saja
yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi menuju kampus.
Data penelitian yang diambil didapatkan dengan cara menyebarkan kuisioner terhadap 100
mahasiswa UII yang dilakukan secara offline dan online. Jumlah mahasiswa yang diteliti didapatkan
dari perhitungan menggunakan persamaan Slovin dengan margin of error sebesar 10%. Jumlah
populasi yang digunakan pada perhitungan rumus Slovin didapatkan dari Pangkalan Data
Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data tersebut kemudian
dianalisis dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta metode Regresi
Logistik Biner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepeda motor menjadi moda transportasi yang paling
diminati oleh mahasiswa dengan persentase sebesar 81.00%, diikuti oleh jalan kaki sebesar 11.00%
dan mobil sebesar 5.00%. Analisis dengan menggunakan AHP menunjukkan bahwa ketersediaan
menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi dengan nilai prioritas
sebesar 19.42%. Dengan menggunakan Regresi Logistik Biner didapatkan bahwa kepemilikan
kendaraan menjadi faktor yang paling signifikan dalam pemilihan moda transportasi dengan nilai
signifikansi kurang dari 0.05.