<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

KUALITAS RUANG KOMUNAL SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL: PERBANDINGAN RUANG KOMUNAL FORMAL DAN NON FORMAL DI PERUMAHAN BEKASI

Abstract

Terletak di kawasan padat penduduk yaitu di Bekasi, dan berada di lingkungan yang padat dari kawasan industri dan kurangnya lahan hijau. Dengan masalah ini, banyak kompleks yang berdampak pada perumahan yang tidak memiliki ruang bersama yang cukup. Di sisi lain, ruang komunal yang buruk untuk melayani berbagai kegiatan bersama, yang dapat menimbulkan banyak masalah sosial karena kurangnya keramahan dan sosialisasi antar penghuni. Maka dari itu masyarakat tidak mempunyai tempat untuk saling berinteraksi mulai dari berkomunikasi antar warga, dan juga anak anak yang bermain di ruang terbuka dengan bebas yakni ruang komunal sehingga budaya toleransi dan kerukunan menjadi hilang. Ruang komunal bisa bertahan apabila keberadaannya dipengaruhi oleh massa atau masyarakat yang menggunakan ruang komunalnya. Kebutuhan ruang komunal dilakukan atas adanya interaksi sosial yang merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari. Interaksi sosial antar warga dalam suatu masyarakat membutuhkan ruang komunal yang sesuai. Ruang komunal merupakan tempat berkumpul, bersosialisasi antar warga, tempat bermain anak dan tempat melakukan aktivitas publik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan pemanfaatan ruang komunal pada kawasan permukiman. fenomena yang terjadi di kedua ruang komunal perumahan ini adanya placemaking dan Daya tarik ruang komunal yang berbeda, dan didukung adanya aktivitas menarik yang berbeda didalamnya.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By