Model Adkar Sebagai Alat Ukur Efekttivitas Implementasi Nilai Akhlak dalam Membentuk Budaya Kerja di PT XYZ
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penetapan nilai-nilai AKHLAK oleh Kementerian BUMN sebagai standar budaya kerja mendorong seluruh entitas BUMN, termasuk anak perusahaan, untuk menginternalisasikannya secara menyeluruh, namun efektivitas penerapannya dalam membentuk perilaku kerja masih menghadapi kendala, terutama terkait kesiapan individu dalam menghadapi perubahan budaya. Penelitian ini mengisi kekosongan metodologis berupa ketiadaan instrumen kuantitatif yang mampu mengukur kesiapan perubahan secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui regresi linier berganda serta mengadopsi model ADKAR (Awareness, Desire, Knowledge, Ability, Reinforcement) sebagai kerangka analitis. Data primer diperoleh dari 42 responden Divisi Human Capital PT XYZ melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan SPSS untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi ADKAR secara simultan berpengaruh signifikan terhadap budaya kerja berbasis AKHLAK (p < 0,05), meskipun tidak ada dimensi yang berpengaruh signifikan secara parsial, sementara nilai koefisien determinasi sebesar 34,1% menunjukkan bahwa ADKAR hanya mampu menjelaskan sebagian variasi pembentukan budaya kerja dan bahwa terdapat faktor eksternal lain yang turut berkontribusi. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai AKHLAK memerlukan pendekatan holistik dan integratif antar elemen perubahan, serta bahwa model ADKAR dapat berfungsi sebagai alat ukur yang valid dan reliabel dalam menilai kesiapan maupun efektivitas transformasi budaya kerja di lingkungan BUMN, sekaligus memberikan dasar yang kuat bagi pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan perubahan organisasi.