Formulasi Self-nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Etanol Daun Yakon (Smallanthus Sonchifolius) dengan Labrasol Sebagai Fase Minyak
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Latar Belakang: Daun yakon (Smallanthus sonchifolius) berasal dari famili
Asteraceae yang kelarutannya rendah di dalam air. Salah satu cara untuk
meningkatkan kelarutan dan bioavaibilitas dari daun yakon dibuat dalam bentuk
sediaan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery Systems (SNEDDS) untuk
meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan bioavailabilitas dalam bentuk nanopartikel.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula, karakterisasi,
stabilitas sediaan nanoemulsi dari ekstrak daun yakon.
Metode: Ekstraksi daun yakon dilakukan dengan metode maserasi yang telah
dikeringkan menggunakan pelarut etanol 70%. Formulasi SNEDDS dari ekstrak
daun yakon dengan cara dibuat 20 formula untuk menentukan pembawa yang
terpilih dari fase minyak (Capryol 90, Labrasol), surfaktan (Tween 20, Tween 80)
dan ko-surfaktan (PEG 400) Pemilihan fase minyak, surfaktan dan ko-surfaktan
ditentukan dengan melihat kelarutan percobaan formulasi tersebut.
Hasil: SNEDDS ekstrak daun yakon yang baik dan stabil yaitu formula 6 dengan
komposisi campuran labrasol (20%), tween 20 (60%), dan PEG (20%). Formula
SNEDDS ekstrak daun yakon memenuhi syarat hasil karakterisasi sediaan
SNEDDS yang baik dengan persen transmitan 99,656 ± 0,016 %, ukuran partikel
sebesar 161,5 ± 1,78 nm, nilai PDI diperoleh 0,21 ± 0,55 dan zeta potensial -34,9 ±
0,87 mV. Pengujian stabilitas termodinamika yaitu sediaan yang tetap stabil dan
tidak terdapat endapan pada penyimpanan beberapa suhu.
Kesimpulan: Formula 6 dengan perbandingan 2:6:2 merupakan formula SNEDDS
ekstrak daun yakon yang optimal karena memiliki karakteristik SNEDDS terbaik
dan stabil terhadap berbagai studi stabilitas yang dilakukan.