Kebijakan Turki dalam mengesahkan Izin Kerja Terhadap Pengungsi Suriah Tahun 2016
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Krisis Suriah yang dimulai pada tahun 2011 menyebabkan gelombang pengungsi besar-besaran ke Turki, menciptakan tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks. Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pergeseran kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Turki, dari pendekatan kebijakan pintu terbuka menjadi penerapan Undang-Undang Izin Kerja bagi pengungsi Suriah pada tahun 2016 sebagai upaya untuk mengintegrasikan mereka ke dalam ekonomi formal. Sebagai respons awal, pemerintah Turki menerapkan kebijakan open door policy, yang memungkinkan para pengungsi memasuki negara tersebut tanpa hambatan. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah pengungsi, muncul berbagai permasalahan seperti tekanan terhadap pasar tenaga kerja, meningkatnya persaingan dalam sektor informal, serta ketegangan sosial antara warga lokal dan pengungsi. Dalam konteks ini, pemerintah Turki mengesahkan Undang-Undang Izin Kerja bagi pengungsi Suriah pada tahun 2016 sebagai upaya integrasi mereka ke dalam ekonomi formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Turki memutuskan untuk mengesahkan UndangUndang Izin Kerja bagi pengungsi Suriah dengan menggunakan kerangka Multiple Streams Framework (MSF). Secara khusus, penelitian ini berusaha menjelaskan kondisi sosial dan ekonomi pengungsi serta mengkaji dinamika kebijakan izin kerja yang terbentuk dari konvergensi tiga aliran dalam MSF, yaitu problem stream, policy stream, dan political stream. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi dokumen. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai laporan kebijakan, dokumen resmi pemerintah, publikasi akademik, dan sumber terpercaya lainnya yang relevan dengan periode 2011 hingga 2016. Analisis dilakukan dengan menelusuri faktor-faktor yang berkontribusi terhadap lahirnya kebijakan izin kerja serta dinamika politik dan ekonomi yang memengaruhi proses pengesahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan izin kerja bagi pengungsi Suriah merupakan respons strategis terhadap tantangan yang muncul akibat peningkatan jumlah pengungsi. Dalam kerangka MSF, problem stream mencakup ketegangan sosial-ekonomi serta keterbatasan akses layanan publik bagi pengungsi. Policy stream ditandai dengan pengesahan Undang-Undang Izin Kerja sebagai solusi integratif, sedangkan political stream mencerminkan dukungan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) serta tekanan internasional, terutama dari Uni Eropa. Kebijakan ini dirancang untuk mengintegrasikan pengungsi ke dalam pasar kerja formal dengan regulasi tertentu seperti kuota pekerja, pembatasan geografis, dan pengaturan sektor kerja. Pemerintah Turki, bekerja sama dengan organisasi internasional seperti UNHCR dan ILO, terus berupaya mengatasi hambatan implementasi melalui program pelatihan keterampilan dan kampanye kesadaran publik. Studi ini memberikan wawasan bagi negara-negara lain dalam merancang kebijakan inklusif yang dapat mendukung integrasi pengungsi ke dalam masyarakat secara berkelanjutan.