<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Formulasi Patch Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum Americanum L.) Berbasis Komposit Biopolimer Alginat- Pektin: Alternatif Terapi Jerawat

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Kombinasi biopolimer alginat-pektin berpotensi sebagai basis patch yang fleksibel dan biokompatibel, dengan minyak atsiri kemangi sebagai agen antibakteri untuk terapi jerawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakterisasi fisik dan aktivitas antibakteri patch minyak atsiri kemangi berbasis alginat-pektin. Metode: Minyak atsiri diperoleh dengan metode destilasi uap-air dan dianalisis menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa. Patch dibuat menggunakan metode solvent casting dengan variasi konsentrasi alginat (4-0%), pektin (4-0%), dan gliserin (2,5-5%) dalam sepuluh formula (F1-F10). Tiga formula terbaik dipilih berdasarkan uji organoleptik dan daya lekat, sedangkan konsentrasi minyak atsiri kemangi (2%, 4%, 6%) diuji untuk menentukan konsentrasi optimum. Patch dievaluasi meliputi organoleptik, keseragaman bobot, ketebalan, pH, kuat tarik, persen perpanjangan putus, ketahanan lipat, swelling, susut pengeringan, daya lekat, SEM, dan FTIR serta dilanjutkan dengan uji antibakteri patch terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi. Hasil: Sepuluh formula menunjukkan karakteristik organoleptik yang baik (formula mudah dituang dan dilepaskan dari cetakan, warna patch putih hingga kuning kecoklatan, transparan, elastis, dan tidak berbau) dengan perbedaanya pada tingkat kelengketan (0,028-180 menit). Tiga formula terpilih (F2, F7, F8) serta F0 sebagai kontrol menghasilkan patch homogen, elastis, sedikit lengket, dan berwarna kuning transparan. Evaluasi fisik menunjukkan keseragaman bobot 0,08–0,09 g, ketebalan 0,24–0,29 mm, pH 4,79–5,26, kuat tarik 0,09–1,08 MPa, persen perpanjangan putus 15,3–29,3%, ketahanan lipat >200 kali, swelling 322,96–742,17%, susut pengeringan 1,54–4,36%, dan daya lekat 0,076–4,613 menit. Formula F2 dengan hasil kuat tarik, % perpanjangan putus, dan % swelling yang lebih baik menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat 13–27 mm, yang meningkat seiring waktu inkubasi. Kesimpulan: Formula F2 berbasis alginat-pektin-gliserin (3%:1%:2,5%) dengan minyak atsiri kemangi memiliki karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri yang baik, sehingga berpotensi sebagai alternatif terapi topikal untuk jerawat.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By