<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Transaksi Uang Elektronik, Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga dan Produk Domestik Bruto terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Periode 2010-2024

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia telah mengubah perilaku transaksi masyarakat dan berpotensi memengaruhi stabilitas makroekonomi, khususnya inflasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transaksi uang elektronik, jumlah uang beredar (M2), suku bunga kebijakan, dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap tingkat inflasi di Indonesia selama periode 2010–2024. Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan pada Teori Kuantitas Uang, teori transmisi kebijakan moneter, serta pendekatan permintaan dan penawaran agregat, dengan dukungan kajian empiris terkait ekonomi digital dan inflasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series triwulanan yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kointegrasi antara variabel yang diteliti, yang menandakan keterkaitan jangka panjang terhadap inflasi. Secara empiris, jumlah uang beredar dan suku bunga terbukti berpengaruh signifikan terhadap inflasi, sementara transaksi uang elektronik dan PDB menunjukkan peran penting dalam dinamika penyesuaian inflasi, khususnya dalam jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stabilitas inflasi di era ekonomi digital memerlukan kebijakan moneter yang adaptif dengan mempertimbangkan perkembangan sistem pembayaran dan pertumbuhan ekonomi riil.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By