<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Kondisi Perkerasan pada Jalan Klangon Tempel Menggunakan Metode PCI dan Metode Mekanistik-empirik dengan Program Kenpave

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Jalan Klangon-Tempel merupakan jalan kolektor primer di Kabupaten Sleman, yang mempunyai peranan penting dalam mendukung aksesibilitas antar wilayah dan ke lokasi pariwisata, khususnya di Kabupaten Sleman. Namun, sebagai jalan provinsi ruas ini sudah lama rusak yang di sebabkan oleh tingginya beban lalu lintas yang harus dilayani. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan, mengetahui nilai tebal lapis tambahan (overlay), mengetahui nilai tegangan dan regangan pada perkerasan eksisting dan overlay. Penelitian ini dilakukan pada Ruas Jalan Klangon-Tempel sepanjang 1 Km. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer berupa sampel kerusakan jalan, data lendutan dan tebal perkerasan yang diperoleh dengan melakukan survei dan pengujian secara langsung. Data sekunder diperoleh data LHR, CBR lapangan, dan material perkerasan dari Dinas PUPESDM DIY. Kemudian dilakukan analisis data menggunakan metode PCI, Program KENPAVE, dan metode Bina Marga 2017. Hasil dari penelitian dengan metode PCI menunjukkan bahwa kondisi perkerasan pada ruas Jalan Klangon-Tempel (Km 18,7-19,7) memiliki nilai akhir sebesar 37,85 dan termasuk dalam kategori parah (very poor). Nilai respon tegangan dan regangan pada lapis perkerasan eksisting untuk kerusakan fatique cracking sebesar 0,0005293 dengan nilai repetisi beban 8.241.170 ESAL, untuk kerusakan rutting sebesar 0,0007689 dengan nilai repetisi beban sebesar 119.424 ESAL dan regangan untuk kerusakan deformation sebesar 0,001036 dengan nilai repetisi beban sebesar 31.432 ESAL. Hasil analisis untuk lapis overlay diperoleh tebal lapis AC-WC 8 cm dan AC-BC 6 cm. Nilai respon tegangan dan regangan pada lapis perkerasan overlay untuk kerusakan fatique cracking sebesar 0,0002434 dengan nilai repetisi beban 75.601.309 ESAL, untuk kerusakan rutting sebesar 0,0003478 dengan nilai repetisi beban sebesar 4.164.857 ESAL dan regangan untuk kerusakan deformation sebesar 0,0003001 dengan nilai repetisi beban sebesar 8.061.443 ESAL. Hasill ini menunjukkan bahwa perkerasan jalan mampu menahan beban lalu lintas untuk kerusakan rutting, fatique cracking dan deformation sampai tahun 2035.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By