<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hyehwa Station Protest Sebagai Advokasi untuk Mengatasi Permasalahan Molka

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Fenomena diskriminasi gender dan patriarki sebenarnya sudah terjalin sejak dahulu akibat Konfusianisme atau filosofi moral dari China yang masih dianut oleh masyarakat Korea Selatan. Bentuk diskriminasi gender dan patriarki makin meluas sejalannya dengan perkembangan arus teknologi hingga menjadi kekerasan berbasis gender online. Tindakan tersebut bergejolak menjadi digital sex crimes atau spy cam atau dalam padanan bahasa Korea Selatan yakni Molka. Penelitian ini berkmaksud untuk menganalisis fenomena Hyehwa Station Protest dalam mengatasi digital sex crimes atau Molka menggunakan instrumen Social Advocacy. Aksi Hyehwa Station Protest dalam pelaksanaanya membawa banyak efek positif hingga jangkauan yang luas untuk kampanye secara langsung dan online. Hyehwa Station Protest ingin mewujudkan masyarakat yang ideal tanpa adanya kejahatan berbasis gender seperti diskriminasi, misogini, patriarki dan bias gender di institusi pemerintahan maupun kehidupan sosial.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By