<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Cultural Center di Kecamatan Ngaglik Sebagai Pusat Pelestarian Budaya dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perancangan Jogja Eco-Cultural Center di Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta bertujuan mewadahi pelestarian seni dan budaya lokal sekaligus merespons isu perubahan iklim melalui pendekatan Arsitektur Bioklimatik. Latar belakang proyek ini berangkat dari tingginya potensi wisata budaya Yogyakarta, minimnya ruang publik untuk karya seni, dan urgensi pengelolaan energi yang efisien pada bangunan pusat kebudayaan. Ngaglik dipilih karena memiliki komunitas seni yang aktif, dukungan pemerintah desa, dan lokasi strategis di jalur utama Jl. Kaliurang. Metode perancangan meliputi observasi lapangan, analisis tapak, penentuan tema dan konsep, eksplorasi desain, hingga pengujian kinerja pencahayaan dan penghawaan alami. Prinsip bioklimatik yang diterapkan mencakup optimalisasi orientasi massa bangunan, penerapan ruang transisional, pemilihan material berinsulasi, integrasi lanskap hijau, serta penggunaan elemen pembayang pasif. Fasilitas utama meliputi amphiteater, mini gallery, studio musik dan tari tradisional, ruang workshop kerajinan, serta area rekreasi dan kuliner. Hasil perancangan menghasilkan bangunan yang mampu meminimalkan konsumsi energi buatan, meningkatkan kenyamanan termal, dan mendukung keberlanjutan lingkungan melalui desain pasif. Jogja Eco-Cultural Center diharapkan menjadi pusat interaksi, edukasi, dan rekreasi yang tidak hanya mampu melestarikan warisan budaya Yogyakarta, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap kualitas lingkungan sekitar.

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By