Pengembangan Model Kesiapan UKM Terhadap Transformasi Bisnis Digital Berbasis IoT di Kota Malang
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi para pelaku UKM dalam pengelolaan usahanya. Salah satu bisnis yang mendapatkan kesempatan adalah yang mampu memanfaatkan teknologi seperti bidang e-commerce, pemanfaatan IoT, dan digital bisnis. Sedangkan pemanfaatan internet bagi UKM Kota Malang belum mencapai lima puluh persen artinya sebgaian besar pelaku UKM belum memanfaatkan teknologi tersebut. Penelitian ini melakukan pengembangan model kesiapan UKM terhadap transformasi bisnis digital berbasis IoT dengan objek penelitian adalah usaha kecil dan menengah yang beroperasi di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 faktor kesiapan UKM yang memiliki pengaruh signifikan penggunaan teknologi berbasis IoT terhadap business transformation. Faktor tersebut diantaranya discomfort merupakan variabel dari TRI, social influence dan facilities condition merupakan variabel dari UTAUT. Sedangkan variabel optimism, innovation, insecurity, effort expectancy, dan performance expectancy menunjukkan pengaruh yang tidak siginifikan terhadap business transformation. Berdasarkan pada analisis hasil uji konfirmatory analisis, secara keseluruhan model usulan Fit ditinjau dari kriteria GFI, AGFI, dan RMSEA. Klasifikasi kesiapan UKM dalam menggunakan teknologi untuk transformasi bisnis dibagi dalam 5 cluster. Hasil klasifikasi menggambarkan number of case setiap variabel, bahwa variabel discomfort dominan kesiapan UKM ada di kategori netral namun UKM dikategori kesiapan juga menunjukan jumlah yang tidak sedikit, dominan UKM pada variabel social influence ada di kategori kesiapan sedangkan kategori netral dan ketidaksiapan dengan jumlah sedikit, dan variabel facilities condition dominan UKM berada di kategori netral tetapi pada kategori kesiapan juga menunjukkan jumlah yang cukup besar. Penelitian lebih lanjut dapat menguji pengaruh kesiapan digital terhadap kinerja UKM setelah melakukan transformasi bisnis berbasis IoT. Seperti peningkatan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan keuntungan yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan teknologi.