Prarancangan Pabrik Kimia 1,3 Butadiena dari Dehidrogenasi N-butana Kapasitas 85.000 Ton/tahun
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pabrik 1,3-Butadiena dirancang untuk mendorong perekonomian Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menurunkan ketergantungan pada barang asing. Pabrik 1,3-Butadiena dirancang dengan kapasitas 85.000 ton/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan adalah n-butana dengan kemurnian 96,75% sebanyak 166.615 ton/tahun. Direncanakan pabrik ini akan didirikan di kawasan Bontang, Kalimantan Timur pada tahun 2029, dan beroperasi pada tahun 2030. Pembuatan produk 1,3-butadiena (C4H6) diperlukan bahan baku yaitu antara lain n-butana (C4H10). Kebutuhan bahan baku tersebut dapat diperoleh dari produsen dalam dan luar negeri, diantaranya yaitu PT Badak NGL Bontang, PT Justus Kimiaraya, Texas Petrochemicals, Shell Chemical. 1,3- Butadiena dibuat dengan cara dehidrogenasi pada suhu 6000C dan tekanan maksimum 1 atm di dalam suatu fixed bed type multitube dengan kondisi non adiabatic isothermal dengan katalis chromia alumina. Reaksi yang terjadi bersifat endotermis, sehingga untuk mempertahankan suhu dialirkan combustion gas sebagai pemanas di dalam shell. Konversi n-butana pada reaksi pertama sebesar 94% dan 90% pada reaksi kedua. Produk reaktor kemudian terjadi pemisahan hidrogen dari campuran gas yang dilakukan di separator yang selanjutnya dimurnikan dalam menara Distilasi 1 dan 2 hingga mencapai output dengan kemurnian 99,81%. Unit pendukung proses terdiri atas unit pengadaan air sebesar 749.816,414 kg/jam, unit pengadaan steam sebanyak 100.837,555 kg/jam, unit pengadaan udara tekan (P = 4 atm, T = 35°C) sebanyak 87,67 m3/jam. Pabrik ini memiliki unit pengadaan listrik dengan daya 334,003 kW. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari 68 orang karyawan shift dan 32 orang karyawan non-shift. Berdasarkan kriteria yang ada pabrik tergolong beresiko tinggi. Biaya produksi total sebesar Rp 616.340.006.712.016 per tahun. Keuntungan sebelum pajak tiap tahun Rp 122.683.993.287.984 dan sesudah pajak sebesar Rp 95.693.514.764.627. Hasil analisis ekonomi menunjukkan Return on Investment (ROI) setelah pajak 35,53%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak 2,20 tahun, Break Event Point (BEP) pada 42.50% kapasitas terpasang 85.000 ton/tahun dan Shut Down Point (SDP) pada 24,88% kapasitas terpasang, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFR) sebesar 9,59%. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, pabrik 1,3-Butadiena dari dehidrogenasi n-Butana dirancang dengan kapasitas 85.000 ton/tahun ini menarik untuk dikaji lebih lanjut.