<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Resiliensi dan Kecemasan Pasien dalam Menghadapi Operasi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kecemasan merupakan hal yang wajar yang dialami pasien saat menghadapi operasi. Namun jika hal tersebut tidak diatasi, maka akan berdampak buruk pada kesehatan pasien tersebut, misalnya penundaan proses operasi. Untuk melawan rasa cemas tersebut dibutuhkan resiliensi. Oleh karena itu penelitian ini meneliti hubungan antara resiliensi dan kecemasan pasien dalam menghadapi operasi. Penelitian ini memiliki hipotesis ada hubungan negatif antara resiliensi dengan kecemasan menghadapi operasi, semakin tinggi tingkat resiliensi, semakin rendah kecemasan yang dimiliki, begitupula sebaliknya. Penelitian ini menggunakan skala kecemasan yang mengacu pada teori Nevid, dkk (2003) dan skala resiliensi yang mengacu pada teori Glantz dan Johnson (1999) pada 48 subyek pasien yang akan menghadapi operasi. Pengujian hipotesis ini menggunakan 84 pertanyaan, yang meliputi 36 item untuk pernyataan kecemasan menghadapi operasi dan 48 item yang mewakili resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara resiliensi dengan kecemasan menghadapi operasi. Metode pengumpulan data menggunakan kusioner dengan cara langsung memberikan kepada pasien yang akan menghadapi operasi di bangsal Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kudus. Metode penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kecemasan menghadapi operasi, dengan menggunakan bantuan program SPSS 11.5 for windows. Diperoleh (r = -0,932, p = 0,000). Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara resiliensi dan kecemasan pasien dalam menghadapi operasi.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By