<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kajian Reaksi Obat yang tidak dikehendaki Pada Obat Antihipertensi: Berdasarkan Data Who-vigiaccess

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Hipertensi membutuhkan terapi jangka panjang, sehingga penggunaan obat antihipertensi berisiko menimbulkan Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD). Pemantauan ROTD perlu dilakukan untuk mengetahui pola keamanan obat, terutama pada amlodipine, lercanidipine, candesartan, dan telmisartan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil ROTD pada amlodipine, lercanidipine, candesartan, dan telmisartan berdasarkan karakteristik demografi pelapor dan sistem organ yang terdampak melalui data WHO-VigiAccess. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional kuantitatif dengan pendekatan farmakovigilans. Data sekunder diperoleh dari VigiAccess pada 21 April 2026. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan Reporting Odds Ratio (ROR) untuk membandingkan kecenderungan pelaporan ROTD antarobat. Hasil: ROTD yang paling menonjol pada amlodipine adalah edema perifer. Pada lercanidipine, laporan dominan berupa edema perifer dan gangguan kulit. Pada telmisartan, laporan yang menonjol berupa gangguan gastrointestinal dan kelelahan. Nilai ROR tertinggi pada perbandingan lercanidipine terhadap amlodipine adalah 2,010 untuk gangguan pembuluh darah. Telmisartan menunjukkan nilai ROR <1 pada beberapa kategori System Organ Class dibandingkan candesartan. Kesimpulan: Terdapat variasi pola pelaporan ROTD antarobat antihipertensi berdasarkan data VigiAccess. Hasil ini menunjukkan perlunya pemantauan keamanan obat secara berkelanjutan, terutama pada penggunaan antihipertensi jangka panjang.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By