<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Validasi Proses Produksi Ekstrak Kombinasi Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Daun Afrika (Vernonia Amygdalina) pada Skala Pilot

dc.Identifier.NIM21613203
dc.contributor.authorLestari, Nonik Indrian
dc.date.accessioned2025-06-24T06:23:06Z
dc.date.available2025-06-24T06:23:06Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractLatar belakang: Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, dengan kadar kolesterol tinggi sebagai faktor risiko utama. Daun kelor (Moringa oleifera) dan daun Afrika (Vernonia amygdalina) dikenal memiliki potensi sebagai agen antihiperlipidemia. Untuk memastikan mutu dan konsistensi produk herbal, diperlukan validasi proses ekstraksi kombinasi kedua tanaman pada skala pilot dengan pendekatan Quality by Design (QbD) sesuai prinsip Good Manufacturing Practices (GMPs). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi proses produksi ekstrak kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan daun Afrika (Vernonia amygdalina) pada skala pilot. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% pada skala laboratorium dan skala pilot. Hasil maserasi disaring, diuapkan hingga mencapai Total Solid (TS) 40%. Lalu diuji fisik meliputi organoleptis, kadar air, dan rendemen ekstrak. Kemudian uji kandungan kadar flavonoid total menggunakan microplate reader dengan standar kuersetin. Data dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan hasil skala laboratorium dan skala pilot. Hasil: Penelitian ini mengevaluasi pengaruh rasio bahan;pelarut dan suhu ekstraksi terhadap karakteristik ekstrak kombinasi daun kelor dan daun Afrika. Variasi rasio (1:5, 1:7,5, 1:10) dan suhu (50°C, 60°C, 70°C) mempengaruhi rendemen, kadar air, total solid, dan kadar total flavonoid. Pada skala laboratorium rasio 1:10 pada suhu 70°C menghasilkan flavonoid (3,40%). Skala pilot lebih efisien dengan kadar flavonoid total 6,07%. Kesimpulan: Proses produksi ekstrak daun kelor dan daun afrika pada skala pilot telah divalidasi menggunakan pendekatan QbD melalui pengendalian CPP dan CQA. Maserasi dengan rasio 1:10 dan penguapan pada suhu 70°C menghasilkan ekstrak dengan kadar flavonoid 6,07%, kadar air 44,59%, dan rendemen 17,54%, menunjukkan proses berjalan efektif dan konsisten.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/56570
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectValidasien_US
dc.subjectMaserasien_US
dc.subjectEvaporasien_US
dc.subjectQbDen_US
dc.subjectScale Upen_US
dc.titleValidasi Proses Produksi Ekstrak Kombinasi Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Daun Afrika (Vernonia Amygdalina) pada Skala Piloten_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21613203.pdf
Size:
2.38 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections