<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Kandungan Kimia Ekstrak Terstandar Kulit Batang Dan Biji Kelor (Moringa Oleifera)

dc.Identifier.NIM18613114
dc.contributor.advisorDr. apt. Asih Triastuti, M.Pharm.,
dc.contributor.advisorDr. Khoirul Himmi Setiawan, M. Agr.,
dc.contributor.authorDINDA YULIA WAHYUNI BAHRI
dc.date.accessioned2022-09-08T07:06:55Z
dc.date.available2022-09-08T07:06:55Z
dc.date.issued2022-06-17
dc.description.abstractLatar belakang: Kelor merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan tersebar di Indonesia serta dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan: Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dua metode ekstraksi yaitu maserasi dan ekstraksi ultrasonik terhadap aktivitas antioksidan dan profil kandungan kimia dalam ekstrak kulit batang dan biji kelor. Metode: Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan DPPH (2,2-diphenyl-1picrylhydrazyl). Analisis hasil dilakukan dengan menghitung nilai Inhibitory Concentration 50% (IC50). Deteksi kandungan kimia dalam ekstrak biji dan kulit batang kelor dilakukan dengan metode Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Ha Hasil: Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit batang kelor dari maserasi dan ekstraksi ultrasonik diperoleh nilai IC50 477,34 ppm dan 181,03 ppm. Sedangkan ekstrak biji kelor dari maserasi dan ekstraksi ultrasonik diperoleh nilai IC50 1854,55 ppm dan 1624,51 ppm. Hasil analisis aktivitas antioksidan dengan uji One Way ANOVA diperoleh nilai signifikansi p <0,05 artinya terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode ekstraksi. Hasil analisis kandungan kimia ekstrak kulit batang kelor dari maserasi terdapat senyawa rutin, quercetin 3-o-glucoside, kaempferol 3o-glucoside dan chlorogenic acid. Sedangkan pada ekstraksi ultrasonik terdapat senyawa yang tidak ditemukan pada maserasi, yaitu nicotiflorin dan isorhamnetin 3-glucoside. Sementara pada ekstrak biji kelor dari kedua metode tidak ditemukan kandungan kimia flavonoid maupun fenolik. Kesimpulan: Dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil antara metode maserasi dan ekstraksi ultrasonik terhadap aktivitas antioksidan dan kandungan kimia dari ekstrak kulit batang dan biji kelor.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/39112
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBiji Keloren_US
dc.subjectKulit Batang Keloren_US
dc.subjectAntioksidanen_US
dc.subjectDPPHen_US
dc.subjectLC-MS/MSen_US
dc.titlePengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Kandungan Kimia Ekstrak Terstandar Kulit Batang Dan Biji Kelor (Moringa Oleifera)en_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
18613114.pdf
Size:
145.33 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections