Pengaruh Pencampuran Kapur dan Abu Sekam Padi terhadap Perubahan Faktor Daya Dukung Tanah Berbutir Halus
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Secara umum diketahui bahwa tanah berbutir halus/ lunak khususnya lempung memiliki daya dukung yang rendah. Penyelesaian permasalahan tanah lunak menjadi penting manakala di atasnya akan dibuat sebuah bangunan. Dengan daya dukung tanah asli yang terbatas tersebut, tentu saja akan beresiko jika beban pondasi yang direncanakan ternyata melebihi daya dukung (qu) tanah aslinya. Kapur (Ca) dan abu sekam padi (RHA) merupakan bahan yang secara empiris telah terbukti dapat menaikkan sudut gesek dalam (φ) dan kohesi (c) serta mampu mengurangi pengembangan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kapur (Ca) dan abu sekam padi (RHA) tersebut terhadap perbaikan daya dukung tanah (qu) yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai sudut gesek dalam (φ), faktor daya dukungnya (Nc, Nq, Ny) dan nilai kohesi (c) tanah. Variasi campuran kapur yang digunakan adalah 2%, 4% dan 6% dengan waktu pemeraman 1, 3, dan 7 hari. Sebagai pembanding, 50% jumlah kapur yang telah dicampurkan tersebut akan dikurangi dan diganti dengan abu sekam padi (RHA). Uji mekanik yang dilakukan adalah Triaksial tipe (UU) dan CBR pengembangan terhadap tanah asli dantanah campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 6% kapur (Ca) pada curing time 1 hari didapatkan sudut gesek dalam (φ) maksimum sebesar 41,672° atau meningkat 149,69% dari tanah asli, dengan nilai faktor daya dukung Nc; 121,322, Nq; 112,074, dan Ny; 166,329, sedangkan campuran kapur dan abu sekam padi nilai sudut gesek dalam (φ) maksimum tercapai padavariasi 6%dengan waktu pemeraman 3 hari, sebesar 32,408° atau meningkat 94,18% dari tanah asli, dengan nilai faktor daya dukung Nc; 46,470, Nq; 30,927, dan Ny; 28,910. Penggunaan abu sekam padi untuk mereduksijumlah kapur dapat menurunkan biaya bahan untuk stabilisasi tanah.