<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING DI MUSEUM WAYANG MENGGUNAKAN THE OPEN GROUP ARCHITECTURE FRAMEWORK STUDI KASUS : MUSEUM WAYANG KEKAYON YOGYAKARTA

Abstract

Museum Wayang Kekayon memiliki koleksi yang beragam dan menjadi warisan budaya Indonesia. Akan tetapi, alur bisnis yang dijalankan masih manual dan belum ada sistem informasi yang mendukung keberlanjutan museum. Keberlangsungan museum tersebut akan terangkat dengan kemajuan teknologi dan sistem informasi. Pihak pengelola dituntut untuk membangun dan mengembangkan sistem informasi dalam membantu proses bisnis yang berjalan, mencapai tujuan organisasi. Untuk itu diperlukan pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP) dan The Open Group Architecture Framework (TOGAF) untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan proses bisnis museum sehingga keberlangsungan bisnis tetap berjalan. Hasil yang diperoleh dari pendekatan EAP ini didapatkan kerangka dasar sistem informasi yang memiliki kemampuan untuk menampilkan informasi-informasi museum dan koleksi yang disimpan. Selain itu, meningkatkan pelayanan kepada pengunjung sehingga tingkat kepuasan pengunjung terpenuhi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By