<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Optimalisasi Distribusi Persediaan dengan Pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI) pada Sistem Multi-Vendor dan Multi-Retailer dengan Ketidakpastian Permintaan

dc.Identifier.NIM22522279
dc.contributor.authorUtami, Tiflaturrizki
dc.date.accessioned2026-08-15T03:21:32Z
dc.date.available2026-08-15T03:21:32Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractSistem distribusi pada Perusahaan X masih menghadapi kendala dalam pengelolaan persediaan dan penentuan alokasi distribusi produk akibat adanya ketidakpastian permintaan. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya biaya operasional serta menurunkan efisiensi kinerja rantai pasok. Selain itu, proses pemilihan vendor yang belum dilakukan secara terintegrasi mengakibatkan aktivitas distribusi belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem distribusi persediaan pada jaringan multi-vendor dan multi-retailer melalui penerapan metode Vendor Managed Inventory (VMI) dengan kebijakan Periodic Review (P-System), pendekatan Mixed Integer Linear Programming (MILP), serta konsep single sourcing. Model optimasi disusun dengan mempertimbangkan keputusan mengenai jumlah produk yang didistribusikan, pemilihan vendor, kapasitas produksi, kapasitas distribusi, tingkat persediaan, serta komponen biaya yang terdiri atas economic cost, environmental cost, dan social cost. Model tersebut diselesaikan menggunakan Microsoft Excel Solver untuk memperoleh keputusan distribusi yang menghasilkan total biaya minimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode VMI mampu menghasilkan keputusan distribusi dan pemilihan vendor yang optimal pada sistem yang melibatkan 2 vendor, 9 retailer, dan 7 jenis produk. Implementasi konsep single sourcing memastikan bahwa setiap retailer hanya memperoleh pasokan dari satu vendor pada setiap periode distribusi. Berdasarkan hasil optimasi, total biaya sistem yang diperoleh sebesar Rp42.972.972,34, lebih rendah dibandingkan kondisi awal sebesar Rp79.521.641,02. Dengan demikian, terjadi penghematan biaya sebesar Rp36.548.668,68 atau sebesar 45,96%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode VMI yang dipadukan dengan pendekatan MILP dan konsep single sourcing mampu meningkatkan efisiensi sistem distribusi sekaligus menekan total biaya dalam rantai pasok Perusahaan X.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/66048
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectVendor Managed Inventory (VMI), Mixed Integer Linear Programming (MILP), Single Sourcing, Distribusi Persediaan, Optimasi Rantai Pasok.en_US
dc.titleOptimalisasi Distribusi Persediaan dengan Pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI) pada Sistem Multi-Vendor dan Multi-Retailer dengan Ketidakpastian Permintaanen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22522279.pdf
Size:
1,000.75 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: