<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Minimasi Cycle Time Proses Produksi Kerupuk Berdasarkan Pendekatan Lean Manufacturing (Studi Kasus: PT. Sehati Putra Yogyakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perusahaan PT. Sehati Putra merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri makanan ringan berupa kerupuk yang berdiri pada tahun 1997. Kerupuk adalah salah satu makanan yang memiliki permintaan tinggi di pasar lokal maupun nasional. Kerupuk merupakan makanan pelengkap yang sangat digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Dalam proses produksinya, PT. Sehati Putra kerap menghadapi sejumlah tantangan terutama terkait efisiensi proses produksi. Permasalahan yang sering muncul berupa waktu produksi yang lama, penumpukan bahan baku atau produk setengah jadi, produk cacat, serta penggunaan sumber daya yang belum optimal. Permasalahan tersebut berpotensi menurunkan produktivitas, meningkatkan biaya produktivitas, dan mengurangi daya saing produk di pasar. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui current state mapping dari proses produksi kerupuk, mengetahui waste yang paling dominan pada proses produksi, serta bagaimana rekomendasi perbaikan yang perlu dilakukan untuk menangani waste yang ditemukan pada proses produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan lean manufacturing dengan tools Value Stream Mapping serta Process Activity Mapping (PAM). Pada penelitian ini didapatkan waste yaitu berupa waste waiting dan overprocessing. Setelah menghitung Process Activity Mapping didapatkan non value added (NVA) kemudian dilakukan eliminasi aktivitas. Lalu dilakukan pemetaan ulang terhadap aliran nilai proses produksi berupa future state value stream mapping dengan mendapatkan waktu proses sebesar 102567 detik (28,4 jam) yang mana sebelum mengeliminasi aktivitas non value added didapatkan rata-rata jam kerja sebanyak 113126 detik (31,4 jam) menghemat waktu sebesar 105589 detik (3 jam). Kemudian menggunakan fishbone diagram untuk mencari dan menganalisis akar penyebab masalah secara sistematis kemudian menggunakan 5W

  • 1H untuk menganalisis dan memahami suatu permasalahan secara mendetail.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By