<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kerja Sama Bilateral Indonesia - Tiongkok Melalui Local Currency Settlement Ditinjau dari Perspektif Rational Choice Tahun 2018 - 2022

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Studi ini menganalisis kerja sama antara Indonesia dan China pada periode 2018–2022 menggunakan pendekatan Rational Actor Model (RAM) dari Graham T. Allison. Model ini berasumsi bahwa negara bertindak sebagai aktor rasional yang mengambil keputusan berdasarkan perhitungan biaya dan manfaat guna mencapai kepentingan nasionalnya. Dalam konteks kerja sama Indonesia-Tiongkok, analisis ini berfokus pada sektor perdagangan, investasi, dan infrastruktur, terutama dalam implementasi Local Currency Settlement (LCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia secara rasional memanfaatkan hubungan bilateral ini untuk mendorong pembangunan infrastruktur, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam transaksi perdagangan. Namun, tantangan seperti defisit neraca perdagangan dengan Tiongkok serta risiko ketergantungan ekonomi menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan strategis. Studi ini menyimpulkan bahwa kebijakan Indonesia dalam kerja sama dengan Tiongkok selama periode ini didasarkan pada perhitungan rasional guna memaksimalkan manfaat ekonomi.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By