<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Diskriminasi dan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan yang terjadi di Republik Demokratik Kongo Tahun 2019-2025

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Diskriminasi dan kekerasan seksual terhadap perempuan di Republik Demokratik Kongo merupakan dampak dari struktur sosial yang timpang dan konflik bersenjata berkepanjangan. Ketika ketidakstabilan politik memberi ruang bagi kekuasaan kelompok bersenjata, perempuan menjadi pihak paling rentan secara fisik, psikologis, dan sosial. Ketimpangan ini diperkuat oleh sistem hukum yang diskriminatif serta akses terbatas terhadap keadilan dan layanan kesehatan. Melalui teori segitiga kekerasan Johan Galtung, kekerasan terhadap perempuan dianalisis sebagai interaksi antara kekerasan kultural yang dilegitimasi patriarki, kekerasan struktural yang terwujud dalam hukum dan ekonomi yang tidak adil, serta kekerasan langsung berupa pelecehan, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder dan menemukan bahwa bentuk-bentuk kekerasan tersebut saling memperkuat, membentuk siklus ketidakadilan yang kompleks. Perempuan di Kongo tidak hanya menjadi korban kekerasan, tetapi juga simbol dari kegagalan sistemik dalam melindungi hak asasi manusia di tengah konflik yang terus berlangsung.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By