Analisis Tata Kelola Captive pada Industri Tembakau Tahun 2015–2025: Studi Kasus PT. AOI
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Lombok sebagai salah satu daerah penghasil tembakau di Indonesia, serta berada
dalam jaringan rantai nilai global. PT. Alliance One Indonesia (AOI) sebagai
perusahaan utama yang memiliki peran penting dalam integrasi pasar,
menghubungkan antara petani tembakau di Lombok dengan pasar global. Dengan
menggunakan analisis teori GVC yang didalamnya terdapat lima jenis tata kelola
yang bisa digunakan. Penggunaan jenis atau tipe tata kelola ditentukan oleh tiga
variabel yaitu, kompleksitas transaksi, kemampuan untuk mengkodifikasi transaksi
dan kemampuan pemasok. Sehingga, dari lima tipe tata kelola, yaitu pasar,
modular, relasional, captive dan hirarki, ditemukan bahwa tata kelola captive
merupakan tipe yang paling sesuai. PT. AOI berperan penting dalam rantai nilai,
PT. AOI membawa modal serta pengetahuan kepada petani sehingga petani bisa
menghasilkan produk sesuai standar pasar global. Analisis tata kelola captive
menemukan bahwa PT. AOI bertindak sebagai lead firm yang memerlukan
pemasok independen dan memiliki kapabilitas rendah, sehingga bisa dikontrol
secara intensif agar memenuhi standar produk yang mereka inginkan. PT. AOI
menjalin hubungan kerja sama dengan petani melalui mekanisme kontrak
perjanjian, sehingga dari perjanjian tersebut membentuk pola yang mengikat dan
ketergantungan transaksional sehingga sulit bagi petani untuk lepas dari pola
tersebut.