<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

PENERAPAN PENGANEKARAGAMAN MAKANAN STUNTING BERBASIS IKAN MELALUI PEMBERDAYAAN PKK DESA KANIGORO, SAPTOSARI, GUNUNGKIDUL

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Desa Kanigoro terletak di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya didaerah pesisir pantai dengan penduduk sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Sehingga memiliki potensi sumber daya ikan untuk dikembangkan. Upaya yang sudah dilakukan untuk pengembangan pengolahan bahan pangan lokal ikan diantaranya menjadi abon ikan dan nugget ikan, bakso ikan, crispy ikan, crispy rumput laut dan ikan asin. Pengolahan ikan ini masih bisa dikembangkan dari segi kualitas dan kuantitas produk sehingga dapat meningkatkan nilai jual serta menjadi nilai tambah Desa Kanigoro. Potensi sumber daya ikan Desa Kanigoro dikembangkan jumlah produksinya dengan cara dipasarkan sebagai oleh-oleh khas di area wisata pantai Desa Kanigoro. Selain dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pengolahan ikan, juga dapat menambah keragaman makanan stunting. Prevalensi kejadian stunting di Desa Kanigoro telah melebihi dari batas ambang dikatakan masalah kesehatan masyarakat khususnya masalah tinginya prevalensi kejadian stunting yakni sebesar 24,1%. Upaya penanggulangan masalah stunting berbasis pangan terus dilakukan untuk menurunkan prevalensi anak stunting. Ditinjau dari perspektif ketahanan pangan yang berkelanjutan, maka makanan alternatif berbasis pangan lokal salah satunya ikan menjadi sumber pangan daerah yang dapat ditingkatkan potensinya untuk program percepatan mengatasi masalah stunting (Kemenkes, 2014).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By