Peran Sugesti (Craving) dalam Pencapaian Kondisi Clean and Sober (Bersih dan Waras) Pecandu Narkotika
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses menuju kesembuhan (clean and sober) yang terjadi pada diri seorang pecandu dengan halangan faktor sugesti yang dapat membawa kembali seorang recovery addict menjadi seorang pecandu aktif kembali. Pertanyaan yang diajukan adalah : (l) Bagaimanakah pemahaman seorang pecandu terhadap sugestinya dalam pencapaian kondisi clean and soberl (2) Bagaimanakah sugesti ini bisa terbentuk? (3) Bagaimanakah seorang pecandu mengatasi sugesti tersebut dan apa yang dibutuhkan untuk mengatasi sugesti? Subjek penelitian adalah empat orang yang pernah mengalami masalah dengan ketergantungan NAPZA yang berada di Yogyakarta dan satu orang informan. Melalui pendekatan studi kasus yang dilakukan, peneliti mencoba untuk melakukan penelitian secara terinci terhadap seseorang (individu) tertentu dalam kurun waktu yang terbatas. Studi kasus merupakan suatu pendekatan dimana peneliti akan terlibat secara lebih mendalam dan menyeluruh terhadap perilaku individu (Sevilla dalam Bungin, 2003). Wawancara dan observasi merupakan cara yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data penelitian. Berdasarkan penelitian diperoleh sejumlah data yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan mengenai sugesti yang terjadi pada diri seorang pecandu dalam pencapaian kondisi clean dan sober. Kategori sugesti yang berhasil ditemukan bahwa kategori ini terdiri dari delapan tema yaitu: definisi sugesti, pembentukan kondisi sugesti, kondisi terhadap pecandu aktif, kondisi terhadap pecandu pasif, trigger (stimulus) interaksi subjek, trigger (stimulus) interaksi objek, faktor penetral/pengalihan positif, faktor penetral/pengalihan negatif. Terdapat suatu kondisi yang selalu muncul dalam jawaban-jawaban subjek penelitian terutama dalam kategori relapse, clean and sober, dan sugesti. Kondisi ini adalah kontrol diri di mana lebih terarah pada kontrol diri personal.