Analisis Metode Penugasan Guna Menentukan Daerah Penjualan yang Tepat Bagi Gugus Wiraniaga pada Asuransi Jiwa PT Bumi Asih Jaya Surakarta
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perusahaan jasa yang bergerak di bidang asuransi, gugus wiraniaga merupakan unsur yang sangat penting dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Penempatan gugus wiraniaga ke suatu daerah penjualan tertentu, akan membawa wiraniaga tersebut untuk memusatkan perhatiannya pada suatu daerah geografis tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap kali perusahaan menempatkan wiraniaganya ke suatu oaerah penjualan tertentu. sebenarnya manajemen perusahaan yang bersangkutan telah mempertemukan suatu tingkat ketrampilan seorang wiraniaga dengan sejumlah peluang penjualan yang ada di daerah tersebut. PT Bumi Asih Jaya dalam menugaskan gugus wiraniaganya tidak berdasarkan probabilitas penjualan yang mampu dicapai oleh gugus wiraniaganya, tetapi sepenuhnya diserahkan kepada gugus wiraniaga yang bersangkutan untuk menentukan sendin wilayah penjualannya. Pokok masalah dalam penelitian ini (1) Apakah penentuan jumlah karyawan wilayah penugasan wiraniaga sudah optimal. (2) Bagaimana menentukan daerah penjualan yang tepat bagi gugus wiraniaga pada asuransi jiwa PT Bumi Asih Jaya Surakarta, untuk memperoleh jumlah karyawan daerah penugasan yang efisien dan efektif. Tujuan dari penelitian ini (1) untuk mengetahui tingkat maksimisasi penentuan jumlah karyawan wilayah penugasan wiraniaga. (2) untuk menentukan daerah penjualan yang tepat bagi gugus wiraniaga pada Asuransi Jiwa PT Bumi Asih Jaya Surakarta. Adapun hipotesis yang dapat penulis rumuskan : (I) Penentuan jumlah penjualan wilayah penugasan wiraniaga pada asuransi jiwa PT Bumi Asih Jaya Surakarta sudah optimal. (2) dengan penentuan daerah penjualan yang tepat bagi gugus wiraniaga, maka dapat memperoleh jumlah penjualan daerah penugasan yang efisien dan efektif. Penelitian ini dilakukan pada asuransi jiwa PT Bumi Asih Jaya Surakarta yang berkedudukan di Jl. Slamet Riyadi No. 330 Surakarta. Metode analisa data yang digunakan adaiah dengan metode penugasan yang diolah dengan menggunakan komputer program QSB Plus. Dari analisis data diperoleh hasil bahwa terdapat suatu kenaikan pencapaian penjualan sebesar Rp. 6.927.500,00 yaitu dari sebelum penerapan metode penugasan pencapaian penjualan hanya mencapai Rp. 31.983.750,00 dan setelah penerapan metode penugasan naik menjadi Rp. 38.911.250,00. Oleh karena itu dengan adanya penerapan metode penugasan, maka dapat mempengaruhi besarnya penjualan yang dapat dicapai oleh perusahaan. Penempatan gugus wiraniaga ke dalam wilayah penjualan yang tepat akan memberikan suatu hasil penjualan yang optimal pula. Saran yang dapat penulis berikan adaiah sebaiknya perusahaan memperbaiki sistem penugasan yang selama ini digunakan. Dengan andanya perubahan pencapaian penjualan yang telah ditentukan, hendaknya perusahaan perlu memperbaiki sistem penugasan yang selama ini digunakan. Guna memberikan tanggungjawab wilayah tertentu pada wiraniaga, maka perlu pembagian wilayah operasional menjadi beberapa wilayah penjualan yang memiliki batas-batas yang jelas agar gugus wiraniaga yang ada pada saat ini dapat bekerja dengan optimal sesuai dengan potensi yang dimiliknya.