Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisis Di Rsud Panembahan Senopati Bantul
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Menurut data Nutrition Network (2007), penderita gagal ginjal kronis di Indonesia mencapai 150 ribu orang dan yang membutuhkan terapi pengganti ada sebesar 3 ribu orang. Diperkirakan insiden penyakit ginjal kronik berkisar 100-150 per 1 juta penduduk sedangkan angka mortalitas dan morbiditas pada penyakit ginjal kronik mencapai 22%. Tujuan: Untuk mengetahui apakah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status mental, kepatuhan dalam hemodialisis, lama menjalani hemodialisis mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis. Metode:Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah studi analitik yang bersifat observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Jumlah responden yang diikutsertakan 35 orang. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan chi-square dan analisis multivariat dengan metode regresi logistik dengan program SPSS versi 17. Hasil: Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul yaitu usia (p=0,568, 95%CI: 0,157-2,419), jenis kelamin (p=0,096, 95%CI: 0,071-1,274), tingkat pendidikan (p=0,127, 95%CI: 0,650-20,969), pekerjaan (p=0,778, 95%CI: 0,207- 3,252), status mental (p=0,007, 95%CI: 1,635-35,798), kepatuhan menjalani hemodialisis (p=0,046, 95%CI: 0,992-18,355) dan lama menjalani hemodialisis (p=0,036, 95%CI: 0,052-0,944). Setelah dilakukan analisis multivariat didapatkan faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialisis adalah status mental (p=0,024). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama menjalani hemodialisis, kepatuhan menjalani hemodialisis dan status mental xii dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialisis. Namun faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialisis adalah status mental.