<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Ketuban Pecah Dini (Kpd) Memanjang dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Kebumen

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Asfiksia neonatorum masih menjadi salah satu penyebab utama yang dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitasbayi baru lahir di Indonesia. Ketuban pecah dini (KPD) telah lamadiketahui sebagai salah satu faktor risiko yang berperan dalam angka kejadian asfiksia neonatorum. Semakin lama ketuban pecah dini (KPD), maka semakin besar kemungkinan timbulnya komplikasi lebih lanjut yang dapat meningkatkan risiko asfiksia neonatorum.Tujuan:Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bermakna antara ketuban pecah dini (KPD) memanjangdengan kejadian asfiksia neonatorum diRSUD Kebumen.Metode:Penelitian ini menggunakan desain case-controldenganpendekatan analitik dan variabel kategorik tidak berpasangan. Data dikumpulkan dari rekam medis dengan teknik consecutive sampling.Hasil:Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir dari Januari 2013 hingga Agustus 2014. Jumlah sampel yang dibutuhkan yakni 60 bayi dengan asfiksia untuk kelompok kasus dan 300 bayi tanpa asfiksia untuk kelompok kontrol. Analisis bivariat dengan tabulasi silang antara KPD memanjang dan asfiksia neonatorum menunjukkan nilai p = 0,002 dan odds ratio(OR) = 2,350.Simpulan:Terdapat hubungan yang bermakna antara ketuban pecah dini (KPD) memanjangdengan kejadian asfiksia neonatorum. Ibu dengan KPD memanjang (≥ 24 jam) memiliki risiko 2 kali lebih besar untuk melahirkan bayi dengan asfiksia dibandingkan ibu dengan KPD tidak memanjang(< 24 jam).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By