Evaluasi Pengawasan Kualitas Produk Kayu Lapis Pada PT. Eastmark International Indonesia Di Temanggung
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Dalam suatu perusahaan kualitas produk merupakan syarat yang harus dipenuhi agar tetap bertahan dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat dalam dunia industri saat ini. Permasalahan mengenai kualitas produk dapat dipecahakan apabila perusahaan dapat melakukan pengawasan dan peningkatan kualitas. Perusahaan dapat melakukan pengawasan kualitas mulai dari pengawasan bahan baku, pengawasanproses produksi sampai pengawasan produk akhir. Dengan melakukan pengawasan kualitas, diharapakan produk cacat yang diproduksi dapat berkurang karena perusahaan melakukan pengawasan pada tiaptiap proses produksi yang dijalani. Penulis melakukan penelitian tentang pengawasan kualitas produk pada PT. Eastmark International Indonesia yang bergerak pada bidang produksi kayu. Perusahaan ini memerlukan suatu pengawasan kualitas terhadap produknya karena seluruh hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui standar kualitas yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan penyebab-penyebab yang menimbulkan kecacatan produk yang dihasilkan. Untuk menganalisis masalah, penulis menggunakan metode pengawasan kualitas statistik yaitu analisis V-Chart dan R-Chart. Dengan menggunakan V-Chart dan R-Chart dapat diketahui kualitas produk secara matematis. Penulis juga menggunakan diagram Ishikawa untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya produk cacat. Dalam penelitian ini data yang diambil adalah data produksi kayu lapis dan data produk cacat yang dihasilkan pada bulan Mei dan Juni 2006 yang akan dianalisis dengan metode V-Chart, sedangkan untuk analisis yang menggunakan R-Chart penulis mengambil sampel berupa kayu lapis yang diproduksi pada waktu penelitian kemudian diukur panjang, lebar dan tebalnya. Dari analisis yang telah dilakukan dengan V-Chart dan R-Chart menunjukkan bahwa produk kayu lapis yang dihasilkan masih berada dalam batas pengawasan yang diperbolehkan. Berdasarkan analisa diagram Ishikawa, faktorfaktor yang menyebabkan produk cacat seperti manusia, metode kerja, lingkungan dan bahan baku.