<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kuantitas Peresepan Antibiotik Menggunakan Data Resep Dan Laporan Pemakaian Dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) Di Puskesmas Mantrijeron Dan Wirobrajan

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Rasio penggunaan antibiotik pada tiap tahunnya mengalami peningkatan. Sebagai salah satu negara berkembang, kuantitas peresepan antibiotik di Indonesia termasuk tinggi yaitu lebih dari 80%. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik. WHO Collaborating Centre for Drugs Statistic Methodology telah menstandarisasi evaluasi penggunaan obat dengan indeks ATC/DDD (Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose). Selain bersumber dari data resep, evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode ATC/DDD juga dapat bersumber dari LPLPO. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan persen peresepan yang dihitung berdasarkan data resep dan LPLPO di Puskemas Mantrijeron dan Wirobrajan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan rancangan Cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian yang diambil berupa data resep dan LPLPO pada tahun 2015 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan di puskesmas Mantrijeron dan Wirobrajan. Diperoleh rata-rata peresepan antibiotik di puskesmas Mantrijeron (dari data resep : 11,28% dan LPLPO : 12,43%). Dan pada puskesmas Wirobrajan (data resep : 9,76% dan LPLPO : 9,19%). Hasil uji statistik menggunakan Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara persen peresepan yang dihitung menggunakan data resep maupun LPLPO di puskesmas Mantrijeron (p = 0,338) dan di puskesmas Wirobrajan (p = 0,551).

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By