<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Desain Interaksi Menggunakan Metode the Five Planes pada Studi Kasus Website Penjualan dan Edukasi Tanaman Hidroponik

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Seiring berkembangnya pemanfaatan internet, animo masyarakat secara bertahap beralih ke perdagangan elektronik atau yang biasa disebut dengan e-commerce. Kemudahan dalam berbisnis ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat dengan memulai sebuah usaha rintisan. Dalam studi kasus ini, penulis akan mengangkat suatu permasalahan dari seseorang yang baru akan merintis usaha tanaman hidroponik. Dalam merintis sebuah usaha baru dibutuhkan fondasi yang kuat untuk mendukung kelansungan usaha tersebut. Website menjadi salah satu faktor penting bagi pemilik usaha hidroponik untuk memperkenalkan identitas usahanya kepada para calon konsumen yang berminat. Selain sebagai wadah untuk transaksi, website juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk edukasi bagi masyarakat yang ingin mempelajari tentang cara bercocok tanam hidroponik. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan perancangan desain interaksi website penjualan dan edukasi tanaman hidroponik sebagai solusi dari permasalahan yang di hadapi. Metode yang digunakan dalam proses perancangan adalah The Five Planes yang berlandaskan konsep User- Centered Design (UCD) sehingga sangat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan pengguna. Metode ini memiliki lima elemen yang bertahap dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain yang meliputi strategy plane, scope plane, structure plane, skeleton plane, dan surface plane. Adapun hasil dari penelitian ini adalah prototype sebagai simulasi dari desain website hidroponik yang telah dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna. Prototype kemudian diujikan kepada beberapa responden dalam usability testing dengan metode cognitive walkthrough untuk mengetahui tingkat pemahaman dan efisiensi pengguna dalam terhadap desain tersebut. Proses usability testing dilakukan hingga dua kali iterasi dengan beberapa evaluasi desain hingga persentase keberhasilan prototype mencapai 100%. Setelah itu, prototype dievaluasi oleh dua orang ahli bidang UI/UX dengan cara heuristic evaluation dengan penilaian akhir sebesar 3,1 dan 4,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa desain yang dirancang telah sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan penerapan pengalaman pengguna yang cukup baik.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By