Kedudukan Istri Dalam Budaya Patriarkhi (Studi Terhadap Masyarakat Kecamatan Buay Runjung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan)
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Berbicara tentang budaya Patriarkhi pasti akan menyinggung masalah gender. Sebagaimana kita tahu budaya Patriarkhi yang terjadi diseluruh dunia telah menyebabkan permasalahan terhadap kaum perempuan. Budaya ini juga telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali keluarga. Di dalam keluarga, permepuan seringkali ditempatkan pada posisi subordinat yang secara sederhana dapat dipahami sebagai tindakan yang menempatkan perempuan berada dibawah kekuasaan laki-laki (suami/ayah). Hal ini tentunya tidak dapat diterima sepenuhnya dikarenakan melanggar hak-hak wanita sebagai warga negara, wanita dibatasi haknya untuk mengembangkan minat dan bakatnya, diharapkan hanya berdiam diri dirumah melayani suami, anak-anaknya dan mengerjakan pekerjaan rumah. Peran agama juga sangat berkaitan dengan pemahaman ini, dimana ada ayat ayat yang mengesankan bahwa laki-laki itu selalu lebih diatas perempuan, menjadikkannya sebuah legitimasi bahwa perempuan adalah makhluk nomor dua. Anggapan seperti ini juga bisa mengakibatkan perempuan mendapat perlakuan semena-mena dari laki-laki. Padahal risalah yang dibawa Nabi Muhammad salah satunya bertujuan untuk menghapuskan diskriminasi yang dialami perempuan di Mekkah pada saat itu. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui realitas perlakuan yang terjadi pada istri di masyarakat Kecamatan Buay Runjung. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara dengan para tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa sebagian besar masyarakat masih menganggp istri itu makhluk nomor dua dan membebani semua pekerjaan rumah tangga kepada istri.