<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Usulan Penerapan Kebijakan Inventory dalam Upaya Meminimalkan Biaya Inventory (Studi Kasus di CV. Agung Handicraft, Klurak Baru, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku merupakan salah satu bagian yang penting dalam suatu operasi produksi. Penelitian yang dilaksanakan di CV. Agung Handicarft ini dimaksudkan untuk memberikan usulan mengenai kebijaksanaan pengendalian persediaan bahan baku yang optimal sehingga didapatkan total biaya persediaan yang minimum. CV.Agung Handicraf adalah perusahaan kerajinan tangan dengan bahan baku utama kayu, yang memproduksi produk berdasarkan permintaan konsumen (make to order). Kebijakan yang dilakukan perusahaan dalam pengadaan persediaan bahan baku adalah dengan membeli bahan secara kecil-kecilan setiap sebulan sekali sesuai permintaan sehingga frekuensi pembelian menjadi tinggi dan biaya yang dikeluarkan juga relatif tinggi (baik biaya pembelian maupun biaya simpan bahan baku). Untuk mengatasi hal tersebut maka dipilih kebijakan inventory yang sesuai dengan kondisi perusahaan yaitu produksi dengan sistem make to order dimana permintaan yang terjadi bersifat probabilistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengendalian bahan baku dengan menerapkan kebijakan Order Up To R. Kebijakan ini hanya mempunyai dua parameter untuk kmencapai total biaya persediaan yang optimal yaitu inventory level (R) dan periode (T). Pengolahan data menggunakan kebijakan Order Up To R diperoleh hasil, untuk kayu Sonokeling, R sebesar 9,3277 m3dan T adalah 63 hari serta total biaya persediaan Rp 392.118,00 per pesan. Untuk kayu Jati, R sebesar 3,6953 m3 dengan T selama 108 hari serta total biaya persediaan Rp 217.338,27 per pesan. Sedangkan untuk kayu Mahoni diperoleh hasil, R sebesar 9,0191 m3 dan T adalah 58 hari serta total biaya persediaan Rp 402.275,70 per pesan. Jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan dalam periode 1 tahun maka penerapan kebijakan Order Up To R mampu menghemat biaya persediaan sebesar 59,14 % untuk kayu Sonokeling, 85,15 % untuk kayu Jati dan 56,58 % untuk kayu Mahoni. Kata kunci : Pengendalian persediaan, kebijakan Order Up To R

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By