Pemanfaatan Media Bambu Sebagai Adsorbent Penyerap Logam Kadmium (Cd) dengan Perbandingan Tanpa Aktivasi dan Aktivasi dengan Asam Sitrat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Bambu adalah kelompok tanaman paling beragam dan paling cepat
berkembang, karena bambu dapat dipanen dalam 2 sampai 3 tahun, tanaman ini
tergolong sumber daya murah dan cepat tumbuh dengan sifat fisik dan mekanik
unggul dibandingkan dengan jenis kayu. Media dari bambu ini memiliki
kandungan selulosa (C6H10O5)n yang cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan
sebagai biosorbent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
adsorben dari media bambu dengan 2 perlakuan yang berbeda, diaktifkan dengan
menggunakan asam sitrat 1 M dan tanpa diaktifkan, untuk menyerap ion
Kadmium (Cd (II)) dalam air. Adsorpsi dilakukan menggunakan sistem batch
dengan variabel seperti massa adsorben, pH larutan, waktu kontak dan
konsentrasi Cd awal pada suhu ruang (250C). Adsorben ditandai dengan
menggunakan FTIR untuk mengetahui kelompok fungsional, SEM untuk
mengetahui morfologi dari adsorben dan kapasitas adsorpsi dari adsorben
diperoleh dengan menggunakan model isoterm Langmuir dan Freundlich.
Berdasarkan hasil penelitian, untuk 10 mg/l larutan Cd, didapatkan kondisi
optimum untuk massa adsorben adalah 100 mg, larutan pH 6 dan waktu kontak
selama 120 menit. Kemampuan adsorpsi dari adsorben bambu tanpa aktivasi dan
dengan aktivasi masing-masing sebesar 13,81 mg/g dan 17,01 mg/g. Studi ini
menunjukkan bahwa bambu dapat digunakan sebagai adsorben untuk ion logam
berat dan Langmuir isoterm cocok untuk adsorben ion Cd dalam air.
Kata kunci :Adsorpsi, Bambu, Langmuir , Cd, Sistem Batch