Perbaikan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Rank Order Clustering Untuk Meminimasi Jarak Material Handling Dan Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders Di Cv. Surya Jaya
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Tata letak fasilitas yang buruk merupakan suatu pemborosan yang harus diminimalisir. CV. Surya Jaya merupakan usaha yang melayani pembelian alat kantor. Pengaturan tata letak fasilitas layout di CV. Surya Jaya dilakukan hanya berdasarkan pengalaman saja sehingga permasalahan yang sering terjadi adalah karyawan toko CV. Surya Jaya adalah menyiapkan kembali barang yang sebenarnya sudah disiapkan karyawan gudang, sehingga sering terjadi pengiriman produk ganda setidaknya 1 kali dalam 1 bulan. Selain itu, beberapa barang yang memiliki massa besar pun diletakkan jauh dari letak kedatangan konsumen yang mengakibatkan risiko Musculoskeletal Disorder’s (MSDs). Pada tahun 2003, WHO melaporkan MSDs merupakan penyakit akibat kerja yang paling banyak terjadi dan diperkirakan mencapai 60% dari semua penyakit akibat kerja dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh GBD 2017, MSDs menempati urutan ke-4 sebagai penyebab penyakit tertinggi di Dunia dan ke-3 di Indonesia. Penelitian ini diolah menggunakan metode Rank Order Clustering, Nordic Body Map, dan Rectilinear Distance. NBM diberikan kepada ketiga pekerja bagian gudang, sedangkan untuk ROC dilakukan wawancara dan pengambilan data kepada manajer CV. Surya Jaya. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan ROC adalah pembentukan 4 kelompok, antara lain kelompok 1 (departemen 1), kelompok 2 (departemen 16 dan 11), kelompok 3 (departemen 6, 10, 14, 13, 9, 5, 7, 3), dan kelompok 4 (departemen 12, 4, 15, 8, 2). Penurunan jarak material handling antara layout awal dan layout usulan adalah 161 meter atau 7,4%. Sedang hasil yang diperoleh dengan NBM adalah keluhan pada tingkatan Sangat Menyakitkan (D) menurun sebesar 12,8%, seiring dengan peningkatan keluhan Menyakitkan (C), yakni sebesar 6,3%. Peningkatan jumlah level keluhan Menyakitkan ini disebabkan adanya penurunan yang sangat drastis pada keluhan level Sangat Menyakitkan yang dirasakan pekerja.