Perancangan User Interface & User Experience Pada Aplikasi E-Commerce Ivent Menggunakan Metode User Centere Design (Ucd)
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Peran User Interface (UI) dan User Experience (UX) dalam sebuah aplikasi sangat penting untuk membantu pengguna (user) mengenali suatu produk secara sekilas (Kikuchi, 2010). Pada penelitian ini produk yang dimaksud berupa aplikasi berbasis website dengan platform desktop. UX yang menarik bisa membantu untuk membangun kepercayaan dengan user (Al Sokkar & Law, 2013). Jika user mencapai tujuan mereka, berarti user tersebut memiliki pengalaman yang menarik. Tujuan bisnis e-commerce salah satunya adalah user bisa membeli barang pada website e-commerce tersebut. Sewa barang ataupun jasa untuk keperluan acara memiliki peluang yang bagus untuk di alihkan pasar nya ke dalam website e-commerce. Sebuah acara tidak pernah luput dari Event Organizer (EO) ataupun Vendor Acara. Penggiat acara tidak pernah luput dari interaksi sosial terhadap klien ataupun vendor. Banyaknya bisnis Event Organizer (EO) dan Vendor Acara akan membingungkan penggiat acara untuk memilih salah satu dari sekian banyak Event Organizer (EO) atau Vendor Acara yang sesuai budget dan kualitas yang ditawarkan. Pengguna internet di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mendatangkan ide bisnis yang menampung semua Event Organizer (EO) dan Vendor Acara dalam Aplikasi bernama “Ivent”. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini ialah User Centered Design (UCD). Hasil dari penelitian ini adalah tampilan antarmuka aplikasi Ivent berbasis website dengan platform desktop. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini melibatkan 5 orang partisipan dengan metode pengujian Cognitive Walkthrough. Terdapat skenario yang harus diikuti oleh partisipan dengan tujuan menilai pengalaman pengguna pada tampilan antarmuka. Poin penilaian pada pengujian terdapat durasi yang ditempuh partisipan untuk mencapai tujuan dari skenario yang dibuat, persentase keberhasilan, dan persentase kesalahan yang dilakukan partisipan. Hasil yang didapat bisa ditarik kesimpulan tidak perlu adanya pengulangan dalam pengujian ini.