<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penggunaan Global Bracing Terhadap Respon Struktur Bangunan Baja Pada Gedung Bertingkat Banyak Akibat Beban Gempa (Impact Of Global Bracing On The Structural Multi-Story Steel Buildings Due To Earthquake Load)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pertumbuhan aktivitas manusia yang terus meningkat menyebabkan perubahan pola tempat tinggal di daerah perkotaan. Pembangunan infrastruktur yang semakin banyak akan mengakibatkan lahan yang tersedia akan semakin sempit. Krisis lahan yang terjadi pada daerah perkotaan menyebabkan harga tanah menjadi tidak ekonomis, sehingga bangunan didesain dengan arah vertikal atau bangunan bertingkat banyak. Bangunan bertingkat memiliki tingkat kerentanan terhadap gaya lateral akibat beban gempa bumi yang besar. Terutama pada bangunan dengan struktur portal baja. Struktur portal baja memiliki kekakuan yang lebih kecil dibandingkan struktur portal beton. Simpangan searah gaya lateral akibat beban gempa bumi dapat terjadi pada bangunan. Bangunan dapat mengalami kegagalan struktur apabila simpangan yang terjadi melampaui batas izin. Pada penelitian ini studi kasus yang digunakan adalah Gedung Amartha View yang terletak di Kota Semarang yang memiliki 20 lantai. Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku struktur seperti periode getar alami, stabilitas struktur, dan simpangan antar lantai pada bangunan sebelum dan sesudah diberi tambahan bracing tipe X 2-Story. Pemodelan struktur bangunan dilakukan dengan bantuan software SAP2000 v.14. Perhitungan beban gempa mengacu pada SNI 1726:2012 dengan metode analisis dinamik respons spektrum wilayah Semarang. Analisis menggunakan dua model yang akan ditinjau, model pertama ialah bangunan eksisting tanpa bracing dan model kedua ialah bangunan dengan tambahan bracing tipe X 2-Story. Hasil dari analisis kedua model tersebut akan dibandingkan sesuai dengan peraturan SNI. Kedua model ini dimodelkan dan dianalisis menggunakan SAP2000. Bangunan tanpa sistem bracing memiliki nilai periode getar alami sebesar 3.78 detik, sedangkan bangunan yang menggunakan sistem bracing X 2-Story memiliki nilai periode getar alami sebesar 2.74 detik. Hasil analisis struktur kedua model tersebut menunjukkan nilai periode getar alami mengalami penurunan pada bangunan yang menggunakan sistem bracing X 2-Story.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By