<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pra Rancangan Pabrik Kimia Gipsum (Kalsium Sulfat Dihidrat) Dari Asamsulfat Dan Batuan Kapur Dengan Kapasitas 300.000 Ton/Tahun

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pabrik gipsum dirancang untuk memenuhi kebutuhan gipsum di dalam maupun diluar negeri. Kapasitas yang direncanakan sebesar 300.000 ton/tahun. Pabrik ini beroperasi secara kontinyu selama 330 hari dalam setahun. Pabrik ini direncanakan berdiri di Tuban, Jawa Timur diatas tanah seluas 137.425 m 2 . Gipsum memiliki rumus molekul CaSO4.2H2O. Gipsum berfungsi sebagai cement retarder, wallboard, kapur tulis,campuran cat dan lain-lain. Proses pembuatan Gipsum dilakukan dalam ReaktorAlir Tangki Berpengaduk (RATB). Pada reaktor ini reaksi berlangsung pada fase cair-padat, irreversible, eksotermis, isothermal pada suhu 93 o C dan tekanan 1 atm, sehinggauntuk menjaga suhu reaksi digunakan koil. Pabrik ini digolongkan pabrik beresiko rendah (low risk) karena kondisi operasi relatif rendah. Untuk memproduksi gipsum sebesar 300.000 ton/tahun diperlukan bahan baku asam sulfat sebesar 35.288 kg/jam dan batuan kapur sebesar 23.055 kg/jam.Utilitas pendukung proses meliputipenyediaan air proses sebesar 18.850 kg/jam, air pendingin sebesar 118.622 kg/jam, penyediaan saturated steamsebesar 15.492 kg/jam, penyediaan udara tekan sebesar 56 m 3 /jam, penyediaan listrik sebesar 528 kW diperoleh dari PLN dan 1 buah generatorsebesar 2.000 kW dan bahan bakar sebanyak 157 kg/jam. Pabrik Gipsum ini direncanakan beoperasi pada tahun 2025 dengan menggunakan modal tetap sebesar Rp1.349.936.413.706 dan modal kerja sebesar Rp 2.306.582.643.033. Dari analisis ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan keuntungan sebelum pajak Rp 341.558.626.523 /tahun setelah dipotong pajak 50 % keuntungan mencapai Rp163.948.140.732 /tahun. Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak 25 %dan setelah pajak 12 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 3 tahun dansetelah pajak 5 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 47,44 %, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 24,59 %. Discounted Cash Flow Rate (DCFR) terhitung sebesar 7,97 %. Dari data analisa kelayakan di atas disimpulkan, bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak dipertimbangkan untuk pendirian di Indonesia.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By