Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Antituberkulosis Di Seluruh Puskesmas Kota Yogyakarta Tahun 2019-2022
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyerang berbagai organ terutama paru-paru. pengobatan TBC diberikan satu pack untuk satu pasien yang digunakan sampai habis, Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui penggunaan dan perubahan profil anti tuberkulosis untuk seluruh puskesmas di kota Yogyakarta pada tahun 2019-2021 berdasarkan jenis dan kuantitas yang dihitung dengan metode ATC/DDD. Metode: Metode yang digunakan adalah Anatomical therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD) dan Drug Utilization 90% (DU 90%). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data retrospektif penggunaan anti tuberkulosis yang dilakukan di bagian UPT POAK Dinkes Yogyakarta. Data yang diambil berupa data penggunaan obat pada tahun 2019-2021 meliputi data jenis anti tuberkulosis,bentuk sediaan dan kekuatan serta kuantitas penggunaan. Hasil: Obat anti tuberkulosis yang digunakan di puskesmas kota Yogyakarta pada tahun 2019-2021 berjumlah 10 obat yaitu OAT FDC 1 tablet, OAT FDC 2 tablet, OAT FDC Anak tablet, OAT FDC STOP TB tablet dosis harian, OAT Kombipak Kategori 1 tablet dewasa, isoniazid/INH 100 mg tablet, isoniazid/INH 300 mg tablet, rifampisin 450 mg kaplet, rifampisin 600 mg kaplet, rifampisin+INH/3HR 75/50 mg tablet. Obat anti tuberkulosis yang paling banyak digunakan yaitu Isoniazid/INH 300 mg tablet di seluruh puskesmas di kota Yogyakarta tercatat pengunaan Isoniazid/INH 300 mg tablet sebesar 22,37 DDD/1000 penduduk di 2019, 28,39 DDD/1000 penduduk pada 2020, dan 52,09 DDD/1000 penduduk sebagai angka tertinggi di 2021.