Analisis Usabilitas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Menggunakan Metode Evaluasi Heuristik (Studi Kasus : Puskesmas Di Kecamatan Depok, Sleman)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sistem Informasi Manajemen saat ini sangat dibutuhkan untuk mempermudah pekerjaan agar lebih cepat serta efektif. Dalam layanan kesehatan, Sistem Informasi Manajemen memiliki peran besar dalam memperlancar pekerjaan para tenaga kesehatan dan untuk mempermudah dalam menyelesaikan pekerjaan. Puskesmas yang menyediakan pelayanan kesehatan juga membutuhkan bantuan dari Sistem Informasi Manajemen. Untuk menjaga kualitas dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, sistem yang digunakan harus selalu berjalan sesuai yang diinginkan. Analisis usabilitas terhadap sebuah sistem dibutuhkan untuk menjaga efektifitas dan efisiensi. Metode analisis usabilitas yang digunakan terhadap sistem untuk menemukan permasalahan di dalam system adalah evaluasi heuristik. Evaluasi heuristik mengacu pada 10 kriteria yaitu visibilitas status sistem, kesesuaian antara sistem dan dunia nyata, kendali pengguna dan kebebasan, konsistensi dan standar, pencegahan untuk kesalahan, mengenali daripada mengingat kembali, fleksibilitas dan efisiensi dalam penggunaan, desain yang estetik dan minimalis, bantu pengguna mengenali, mendiagnosa, dan pulih dari kesalahan, dan bantuan dan dokumentasi. Analisis dilakukan pada tiga puskesmas yang berada di Kecamatan Depok, Sleman. Dari hasil analisis ditemukan beberapa permasalahan pada tiga puskesmas di Kecamatan Depok, Sleman. Pada puskesmas Depok I ditemukan permasalahan pada 6 kriteria evaluasi heuristic dengan total 16 permasalahan. Pada Puskesmas Depok II ditemukan permasalahan pada 4 kriteria evaluasi heuristic dengan total 9 permasalahan. Untuk Puskesmas Depok III ditemukan permasalahan dari keseluruha 10 kriteria evaluasi heuristic dengan total 27 permasalahan. Permasalahan yang ditemukan dari hasil analisis menggunakan evaluasi heuristic diberikan kepada pihak pengembang untuk dapat mendapatkan pendapat dalam rencana perbaikan atau penanganan permasalahan yang ditemukan.