<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Risiko Pengaruh Musim Penghujan Terhadap Penyelesaian Proyek Konstruksi (Studi Kasus Proyek Bangunan Gedung Di Yogayakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

DOI

Abstract

Proyek konstruksi pada umumnya dilakukan di lapangan yang terbuka sehingga jalannya proyek dipengaruhi oleh cuaca. Cuaca yang paling berpengaruh di Indonesia adalah hujan. Risiko musim penghujan dapat menyebabkan kendala pada proyek konstruksi yang menyebabkan keterlambatan penyelesain proyek dan risiko overnya biaya konstruksi. Contoh risiko hujan yang berpengaruh terhadap pekerjaan kontruksi yaitu ketika tahap pekerjaan galian pondasi dan pengecoran pondasi beton tapak. proses galian pondasi akan terganggu dengan genangan pada lubang pondasi dan naiknya muka air tanah, sedangkan untuk tahap pengecoran pondasi beton tapak akan berpengaruh terhadap kualitas beton tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi risiko yang berkemungkinan muncul selama pengerjaan Proyek Pembangunan Gedung di musim penghujan pada wilayah DIY. (2) Menentukan tingkat risiko yang terjadi pada Proyek Pembangunan Gedung di musim penghujan pada wilayah DIY yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu. (3) Mengetahui bagaimana penanganan respon risiko yang sesuai untuk risiko tinggi (medium-high) dominan terjadi yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu. Penelitian ini termasuk penelitian survey terhadap pengalaman kontraktor dan konsultan pengawas sebagai responden dalam mengerjakan proyek kontruksi di waktu musim penghujan di DIY. Analisa data menggunakan metode Severity Index memiliki tujuan untuk menentukan kategori probabilitas (P) dan dampak (I). Severity index dihitung dengan berdasar kepada jawaban seluruh responden. Sehingga di dapatkan dampak yang mengarah pada tingkat risiko high dan medium

Dari hasil penelitian diketahui risiko yang dominan yaitu : High, dengan variabel risiko berkurangnya produktifitas tenaga kerja yang berpengaruh terjadinya keterlambatan pada schedule proyek ( > 7-30 hari durasi). Medium, dengan variabel risiko sebagai berikut: (1) Terganggunya ketersediaan material (2) Kenaikan harga material (3) Kerusakan alat dan perlengkapan proyek mengalami kerusakan. (4) Tenaga kerja sakit yang disebabkan kehujanan (5) Kecelakaan kerja akibat hujan (6) Kekurangan tenaga kerja (7) Timbulnya kemacetan di sekitar lokasi proyek (8) Genangan pada lubang galian pondasi dan basement. (9) Kenaikan muka air tanah (10) Ketidaksesuaian kualitas pekerjaan akibat hujan (11) Terkedalanya pekerjaan leveling site akibat genangan.

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By