Implementasi Media Buku Al-’arabiyyah Baina Yadaik dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas Viii Madrasah Salafiyyah Wustha (Msw) Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Ii Sleman Yogyakarta Tahun Ajaran 2022-2023
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Bahasa Arab merupakan bagian dari kurikulum yang dipelajari di Madrasah. Berbagai macam buku teks pembelajaran bahasa Arab banyak beredar di madrasah ataupun pesantren. Salah satu buku teks pembelajaran bahasa Arab yang banyak diminati adalah buku Al-’Arabiyyah Baina yadaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi media buku Al-’Arabiyyah Baina Yadaik dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas VIII Madrasah Salafiyyah Wustha Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an II Sleman Yogyakarta tahun ajaran 2022-2023 serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Arab dan siswa kelas VIII Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an II Sleman. Objek penelitian berupa implementasi media buku Al- ’Arabiyyah Baina Yadaik dalam pembelajaran bahasa Arab. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive Sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data adalah dengan mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media buku Al- ’Arabiyyah Baina Yadaik dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas VIII Madrasah Salafiyyah Wustha Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an II Sleman Yogyakarta adalah mempelajari empat keterampilan yaitu: istimā’, kalām, qirā’ah, dan kitābah. Impelementasi media buku tersebut belum 100% sesuai SOP karena
guru tidak menggunakan bahasa Arab 100% sebagai bahasa pengantar. Faktor- faktor pendukung yang ditemui adalah: Unsur-unsur buku yang lengkap, tampilan
buku yang menarik, penggunaan metode yang beragam, dll. Sedangkan faktor- faktor penghambatnya adalah: Aktivitas pondok yang terlalu padat, pengajar yang
kurang memadai, tidak tersedianya ruang kelas, daya ingat yang lemah, kurangnya sikap percaya diri santri saat keterampilan kalām, dll.