<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pelaksanaan Pembelajaran Fiqih Ibadah dan Pengamalannya dengan Model Pembelajaran Kontekstual dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (Studi Kasus di MTs Daar Es Salaam Luwunggede Kab. Brebes)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Bidang studi fiqih yang diberikan di Madrasah Tsanawiyah, merupakan bidang studi terapan yang menuntut pemahaman siswa dan juga pengamalannya. Dengan demikian pelaksanaan pembelajarannya harus mampu mendorong dan memotivasi siswa agar mau mengamalkan dengan penuh kesadaran. Pelaksanaan pembelajaran bidang studi fiqih di MTs merupakan suatu proses pembinaan terhadap siswa dalam segi pemahaman dan pengamalan ajaran Islam. Sehingga secara teori harus memiliki korelasi dengan tingkat pengamalan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pendidikan di sekolah, maka untuk menilai baik tidaknya pelaksanaan pembelajaran fiqih, perlu kiranya diteliti ada tidaknya korelasi antara dua variabel tersebut di atas. CTL adalah model pembelajaran yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini untuk mengetahui lebih jauh tentang pelaksanaan pembelajaran fiqih dan pengamalannya di kalangan siswa Madrasah Tsanawiyah Daar Es Salaam luwunggede. Untuk kepentingan itu, dilakukan teknik pengumpulan data sebagai berikut: Observasi, Interview, Studi dokumentasi dan penyebaran angket. Observasi dan interview dilaksanakan dalam rangka meneliti kondisi obyektif madrasah, studi dokumentasi untuk melihat berbagai perkembangan madrasah selama tiga tahun terakhir dan angket discharkan untuk meneliti keadaan pengamalan fiqih yang diajarkan di sekolah. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif, yakni dengan menggunakan skor pada setiap item pertanyaan yang kemudian dikorelasikan dengan rumus angka kasar. Dari analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1). Keadaan pelaksanaan pembelajaran bidang studi fiqih dalam katagori baik. 2). Pengamalan fiqih di kalangan siswa belum mencapai katagori cukup, berarti hubungan keduanya belum mencapai taraf signifikansi bila ditinjau dari batasan signifikansi nilai-nilai r. 3). Adanya faktor lain mempengaruhi pengamalan fiqih di kalangan siswa. Hasil penelitian ini penulis persembahkan sebagai kontribusi kepada para pengelola pendidikan dimana saja, khususnya kepada para pengelola pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Daar Es Salaam Luwunggede, para guru dan semua peserta didik serta kepada para pembaca, sebagai acuan peningkatan mutu pendidikan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By