<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Guru Pendidikan Islam dalam Menanamkan Nilai Akhlak di MAN Wonosari Gunungkidul

Loading...
Thumbnail Image

Date

Authors

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Tantangan yang dihadapi dalam pendidikan agama khususnya pendidikan akhlak adalah bagaimana mengimplementasikannya, bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana mengarahkan peserta didik agar memiliki kualitas iman, takwa dan akhlak mulia. Dengan demikian, muatan akhlak bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana membentuk kepribadian siswa agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dan kehidupannya senantiasa dihiasi dengan akhlak yang mulia dimanapun mereka berada, dan dalam posisi apapun mereka bekerja. Menanggapi hal di atas, motivasi, minat dan antusias peserta didik dalam mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan dan akhlakul karimah tidak terlepas dari peranan dan fungsi guru. Karena guru merupakan orang tua ketika peserta didik berada di lingkungan madrasah, berkewajiban mendidik, mengarahkan, membimbing dan memberi petuah agar tujuan dari pendidikan keagamaan tersebut dapat tercapai. Melalui penelitian ini dideskripsikan mengenai peran guru PAI dalam menanamkan nilai akhlak di MAN Wonosari. Selain itu, pengungkapan problematika yang dihadapi guru dalam menanamkan nilai akhlak, serta deskripsi dari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh guru PAI tersebut. Penelitian ini dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Sedangkan pengolahan data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Teknik kualitatif digunakan untuk mengolah data dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik kuantitatif digunakan untuk mengolah data angket yang sampelnya diambil menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) peran guru PAI dalam menanamkan nilai akhlak adalah sebagai pribadi dan aktor, sebagai pendidik, sebagai pembimbing dan konselor, sebagai pelatih, sebagai penasehat, sebagai model dan teladan, sebagai motivator. 2) Problematika yang dihadapi guru PAI adalah; terdiri dari faktor luar dan faktor dalam. Faktor dari luar adalah anuas globalisasi dan informasi, internet yang sudah dapat diakses di desa-desa, mahalnya biaya hidup, minimnya organisasi keagamaa. Sedangkan problematika dari dalam sendiri adalah; rendahnya masukan (par) madrasah, kondisi ekonomi sosial orang tua siswa, pengelolaan manajemen pembelajaran belum optimal, semangat dan motivasi belajar siswa belum maksimal, dan jadwal pelajaran terlalu padat. Dan 3) untuk mengatasi masalah tersebut alternatif dari penanganannya adalah menngintensifkan nilai agama dan moral, penggunaan internet yang sehat, bersahaja dalam hidup, aktif berorganisasi dalam berbagai kegiatan, membuka jurusan baru dan pemberdayaan input rendah, santunan dan beasiswa, optimalisasi nilai kedisiplinan, menumbuhkan semangat, efisiensi dan improvisasi waktu.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By